
Kadang sekolah benar-benar menguras energi, pikiran, hati dan perasaan, apalagi bila kita bicara tentang tumpukan tugas, ulangan, ujian akhir, juga tentang terror masa depan yang begitu menakutkan. Buatku, kadang sekolah tak lebih buruk dari penjara; dengan seragam yang jauh dari modis (seandainya kami punya seragam sekeren milik Blair Waldorf di Gossip Girl), jutaan aturan, juga guru penuh tuntutan (Anggaplah yang menulis paragraf ini adalah seseorang yang begitu payah di sekolah, bukannya seseorang yang sekarang sudah dewasa dan begitu betah dengan sekolah hingga mengabdikan hidupnya sebagai guru :P) Sejujurnya sekolah tidak seburuk itu, kadang dramatisasi dan kelebaian memang diperlukan (hahahaha :D)
Begiti banyak cerita terukir saat masa sekolah.Mulai dari gerbang, taman, kantin, kelas, bahkan setiap sudutnya memilki banyak cerita. Sudah banyak kisah yang membubuhi memori ingatan setiap siswa. Banyak perbedaan, karakter, dan itu semua memberi warna selama masa sekolah.Entah ditiang, tembok, meja, bahkan Pintu dan jendela terukir setiap kata entah itu nama, atau sebuah perasaan.Suatu saat kita akan rindu dengan situasi ini, bukan besok, seminggu lagi, sebulan lagi, atau setahun lagi. Tp 10 atau 20 tahun kedepan kita akan merindukannyakita akan rindu canda tawa, lyrik lagu yg dinyanyikan bersama, kebersamaan, kekompakan, persahabatan, guru-guru yg killer, yang baik, makanan dikantin, halaman sekolah dan semua yang berkaitan dengan masa sekolah. Masih belum terlambat untuk mengukir banyak kenangan untuk dikenang dan diceritakan kelak. Karna setiap manusia patut memilik cerita yg pantas untuk diceritakan.